About Me

My photo
Darry, my nick name, was born on 1st December 1991, The eldest of 4 siblings, Bachelor of International Affairs Management with Honors, Living life to the MAX!

Monday, May 17, 2010

Time own Human or Human own the time?

Life is rolling every day, day by day, week by week, month by month, and year by year. Many people are not realized that they have been ruled by the time. "Time is money", and another said that "Time is gold." Is time really monopolized human life?
For certain people it does, because they just lazy and keep waiting till they need to rushing for the time. For another group of people, Time is ruled by human. We are the one ought to wait for the time. For example, someone has meeting at 10 am, than he should make a plan, when should he leaving home? Which type of transportation will be taken? How long does the journey take till the meeting point? The entire plan must be made in order to have good time management and having an on time habit.
Whereas, there are some other person that has a meeting at 10 am than waiting till the clock is shown 10 am and he just prepared for the meeting at 10 am. This kind of person is a person who is ruled by time. They don't have a time management and always rushing for a meeting. Mostly, this type of person has a bad behavior which is always being late.
 From my own experience, the one who live in village will be more on time and have a good time management compared to the one who live in the city. The biggest the city, the less time management they had. The villagers will get up early in the morning and start their activities for the whole day.
While the citizens, the time their get up depends their working time, if it is 10, they will get up at 8. Furthermore, there even some people who is sleeping in the morning, because night is their working time. Differences of culture will also affect the on time or late behavior.
Now, as I am participating as an exchange student in Tianjin, China, I've learned many things that I never get if I just come to china as a tourist. Feel like I really become a part of the new society. Actually, I am Indonesian, which gets used to the slow live and owned a really bad habit in time management.
In Indonesia, almost in every meeting there will be always a time postponed for 10 minutes or even 1 hour. But it doesn't exist if it was a military meeting or any other alike its. Then, when I taking my degree in Malaysia, I found there is a different level of time disciplines in there. Even the Chinese, Malay, or Tamil in Malaysia has a different level of time disciplines.
The Chinese in Malaysia is having a more time punctual habit depends to Malay or Tamil as well. If you are going for a Project meeting that all the member are Chinese, never try to late because if you late, you will really shy to get in to the meeting room, because all of the eyes will looking on you.
And now, I go to another place, with a totally different living habit, behavior, and culture. China is really big country and almost in every house, the children are taught how to manage their time. Even there is a phrase saying that “A successful person is always waiting for time because the time is never waiting for and once have been left by the time, the chance of failure will be bigger."
Most of the successful person in china used to be a part of farmer family, which means that they are villagers. The farmer family is a very discipline family because they always get up on time and start working in the field on time. If they don't, they will be late for the whole harvesting process in one season.
So once if you have been left by time, you wouldn't able chase it whatever you do and how hard you try to chase it. Now I can understand why people saying "Kejarlah ketertinggalan" and not "Kejarlah kemajuan".  

Wednesday, May 12, 2010

Meeting Partner, Window Shopping + Culinary

Hari ini, bangun di pagi hari seperti biasanya dan telah tersedia segelas susu dan roti untuk sarapan. Asyik! Homestay saya baik benar, serasa tinggal di apartemen full service. Selesai makan, saya bersiap-siap menuju BinJiang road di pusat kota Tian Jin. Tempat ini merupakan pusat perbelanjaan. Jumlah toko dan plaza tidak terhitung banyaknya. Dengan menggunakan transportasi umum, pastinya bus, saya menuju sana. Ongkosnya sangat murah bahkan melebihi murahnya angkot, fasilitas bus juga sangat terawat.
Tepat tengah hari, saya tiba disana dan menunggu kedua teman saya, seorang merupakan pemeran baru dari Singapura, yang seorang lagi memang pemeran tetap lost in KL, yang ngurus visa bersama saya. Sesudah semua personil lengkap, kami beraksi. Power Rangers! Berubah! bukan itu maksudnya beraksi. Maksudnya kami hunting tempat yang oke buat makan siang. Dari tempat makan yang murah sampai mahal, tidak ada yang memenuhi hasrat kami. Kami terus berjalan menemukan tempat makan yang sesuai budget dan selera kami pastinya. Akhirnya tanpa sengaja, kami menemukan sebuah restoran muslim. Tanpa berpikir panjang lagi, kami pun menjatuhkan pilihan pada restoran ini untuk bersantap siang.
Kami pun masuk ke restoran dan mulai memilh menu yang sesuai keinginan kami. Menunya dalam bahasa alien. Jadi kami hanya duduk dan menunggu teman kami yang merupakan penduduk lokal menerjemahkan menunya untuk kami. Setelah memilih, sepoci teh pun disuguhkan kepada kami. karena cuaca yang dingin, kami pun langsung menuangnya ke gelas dan memegangnya. Kalau diminum masih panas, jadi dipegang aja untuk menghangatkan telapak tangan yang terasa mulai membeku.
Sambil menunggu makanan kami dihidangkan, kami pun mulai membahas masalah project kami. Masakan yang kami pesan pun dihidangkan.

 Masakan pertama kami adalah sayur harimau (terjemahan bahasa aliennya). Rasanya kayak rujak tapi tidak ada pepaya, mangga, jambu, atau nenas. Sepiring sayur hijau dihidangkan di meja kami. Cukup segar dijadikan makanan pembuka. Sejenis salad versi cina.






Masakan kedua yang keluar dari dapur koki adalah timun yang diolah dengan telur dan sejenis fungus hitam. Rasanya juga enak, dengan fungus yang garing (kok jadi kayak bondan di acara wisata kuliner ni? mak nyusss....hahahahah)






Masakan yang ketiga ini namanya tahu kuda pedas. Jangan berpikir di masakan ini ada hubungan dengan segala sesuatu yang berbau kuda. Bahannya hanya tahu yang disiram dengan saus yang sangat pedas. Rasa pedasnya seperti tendangan kuda di lidah. Si koki ditendang kuda waktu memasukkan cabe ke dalam masakan ini, jadi kebanyakan cabenya. (untuk bagian koki ditendang kuda saya bercanda)




Pastinya ketiga makanan diatas dimakan dengan semangkuk nasi dan sumpit, ditemani oleh teh panas. Sehabis makan, kami pun menuju ke kasir untuk membayar. untuk 4 jenis masakan, oh ya, ada satu masakan daging. Sehubungan saya vegetarian, jadi tidak terlalu dibahas, saya juga tidak tahu rasa masakan daging tersebut. Nah, kembali ke bill, yang ternyata harganya RMB (Ren Min Bi = mata uang cina) 54. Jadi untuk masakan dan servis yang cukup memuaskan ini, kami hanya bayar RMB 11 seorang.
Kami pun berjalan keluar untuk window shopping. Kami masih 2 bulan berada disini. Kalau shopping sekarang, bisa-bisa uang untuk jalan-jalan dan keperluan lainnya habis terpakai. Jadinya, saya harus menahan nafsu konsumtif ini. Saat kami sedang berjalan, dari kejauhan ada sekumpulan orang yang sedang berjalan mengelilingi uang kuno cina yang dicetak super besar di lantai. Mungkin menurut kepercayaan mereka, mereka bisa kaya habis mengelilingi uang kuno ini.

Setelah berjam-jam berjalan dari satu toko ke toko lainnya, kami berjalan untuk melihat cemilan. Kami pun tiba di sebuah area penjual cemilan. terdapat hampir 100 kios cemilan yang berbeda. Mata saya tertuju kepada sebuah kios cemilan korea. Hanya dengan harga RMB 6, saya telah serasa berada di jalan di Korea. Cuaca yang dingin lebih mendramatisir imajinasi saya ini.
Selain ini, masih ada satu lagi cemilan yang saya beli. Namanya tahu goeng busuk, tapi rasanya seperti tahu goreng biasa yang disiram sejenis saus khas Tian Jin.

Setelah lelah berjalan, waktu telah menunjukkan pukul 6 sore. Kami pun berpisah dan melangkah pulang ke homestay masing-masing. Dihitung-hitung kami sudah keluar masuk puluhan toko demi memenuhi kepuasan mata kami. Saya pun menuju stasiun bus untuk pulang. Ternyata jam 6 sore adalah jam pulang kerja dan pulang sekolah, jadi jalanan sangat ramai. Hampir semua bus penuh dengan orang berdesakan.
Tiba di rumah, saya kembali disuguhkan makan malam oleh pemilik rumah. Dengan demikian lengkaplah sehari ini dengan makanan yang enak-enak. Wuenak Tenan...

Tuesday, May 11, 2010

A little shock in flight- Ini pesawat apa bus kota ya?

Nah, satelah tiba di Hong Kong dan menghabiskan 2 hari disana. Saya pun harus berangkat ke Tian Jin. Journey start at 8! Kali ini saya benar-benar harus bangun pagi, jam 5.30, saya telah mandi dan bersiap-siap menuju stasiun MTR untuk berangkat ke stasiun Kowloon. Dari stasiun Kowloon, saya langsung ke counter shuttle Bus untuk naik bus dengan tujuan Shen Zhen International Airport. Tiba di Shen Zhen Airport, waktu menunjukkan pukul 11.50, saya menuju counter check in dan bergegas ke gate yang saat itu diumumkan telah dibuka.
Tiba di gate saya langsung mengantri untuk masuk ke dalam pesawat. Di dalam pesawat, saya duduk di seat no 8 D. Kedua orang disamping saya adalah penduduk lokal cina. Hampir seluruh pesawat penuh dengan suara dan sangat ricuh dengan bahasa-bahasa "alien", tetapi sehubungan saya masih dapat memahami bahasa alien tersebut, saya menerjemahkan percakapan kedua orang di samping saya. Salah satu diantara kedua penumpang itu sangat bangga karena dia baru makan mie di dalam bandara dan hampir di setiap kalimat percakapan dia mengatakan bahwa dia baru saja makn mie di dalam bandara.
Setengah jam di dalam pesawat, terdengan pengumuman dari awak kabin bahwa kita akan segera lepas landas dan lampu pesawat pun telah dimatikan. 15 belas menit kemudian, lampu kembali dinyalakan dan terdengar pengumuman dalam bahasa Alien dan bahasa Inggris versi Alien. Pengumuman tersebut mengatakan bahwa kami harus menunggu selama 3 jam berikutnya untuk lepas landas. Para penumpang tidak diperbolehkan turun dan kami harus menunggu di dalam pesawat dengan kondisi AC yang tidak dinyalakan.
Untung saja di cina cuacanya cukup dingin jadi tidak sampai berkeringat di dalam pesawat seperti naik angkot. Para pramugari pun berjalan keluar dengan mendorong kereta berisi makanan dan minuman untuk disajikan kepada penumpang. Satu jam berlalu, penumpang yang sudah kenyang pun mulai ribut dengan situasi yang sangat tidak nyaman tersebut. Setengah jam kemudian, seorang bapak berdiri mondar-mandir dan meminta untuk diturunkan kembali ke terminal. Seorang pramugari mencoba meredam situasi tetapi tidak berhasil. Penumpang membabi buta dan memecahkan kaca jendela. Satu persatu penumpang melompat keluar. "Warning you are in Dadar imagination world " Dua kalimat terakhir, saya bercanda.
Para penumpang pun memarahi pramugarinya, kasihan benar, padahal mereka sangat ramah, sabar, dan tidak sombong dengan para penumpang. Mungkin kalo di Indonesia, penumpangnya yang dimarahi balik sama pramugarinya. Alhasil, hampir setiap pramugari dimarahi oleh beberapa penumpang yang bawel ini. Seorang mendapat shift dimarahi 2-3 kali. Benar Salut! dua jempol deh buat pramugarinya.
Tiga jam berlalu, kami pun akhirnya lepas landas dari Shen Zhen International Airport menuju Tian Jin International Airport. Benar-benar perjalanan yang melelahkan. Alhasil setelah 3 jam menunggu dan perjalanan selama 3 jam saya pun tiba di Tian Jin dalam 6 jam. Tiba di Airport, saya menuju ke shop terdekat nyari kartu telepon (Kali ini gak perlu lewat imigresen dan custom sheck soalnya penerbangan domestik), dari sekian banyak toko, tidak ada satupun yang menjualnya.
Saya pun beranjak ke Customer Service dan hasilnya NIHIL. Tidak ada penjual kartu telepon di Bandara. Harapan saya pun pupus. Sebab saya belum memberitahukan penjemput saya bahwa pesawat saya telat 3 jam. Saya pun ingat dengan preparation booklet dari mereka yang menyuruh setiap peserta menuju ke Bin Jiang road. Saya keluar dari Bandara dan menuju stasiun bus dan berbahasa alien dengan alien setempat. Saya pun dipersilahkan naik bus. Setelah perjalanan panjang dan tiba di kota, saya disuruh turun di jalan. Saya bertanya, " ini ya jalannya itu?", dia jawab, "bukan, jalan lurus kedepan dan belok ke kanan."
Saya yang baru pertama kali ke kota ini, dengan satu koper besar dan 1 koper kecil berjalan. Cuaca yang dingin dan baju yang cukup tipis, cukup menyiksa, untung saja saya di negeri orang, jadi gak ada yang kenal, cuek aja. Tiba di Bin jiang road yang jaraknya 800m dari tampat saya diturunkan, saya menuju warung telepon umum dan menghubungi penjemput saya.
Akhirnya kami janjian ketemu di KFC dan saya dapat duduk tenang menikmati makan malam disana. 2 jam kemudian, datang seorang pria dari luar pintu melambaikan tangan kepada saya dan berkata " deraius?" Jelas-jelas nama saya darius, tapi karena masalah perbedaan lidah jadi saya maklum. he..he...Saya pun naik taksi dan diantarkan ke home stay saya.
Ternyata. Tempat homestay saya sangat nyaman. Saya tinggal dengan seorang ibu yang memiliki seorang anak perempuan. Sang Ayah bekerja di luar kota. Anaknya sekolah di Nankai University dan baru pulang dari Exchange di Mei Guo ( Bahasa Aliennya US, kalo diterjemahkan, mei=cantik dan guo=negara), Negara cantik? Cukup masuk akal. Saya disambut dengan sangat baik. Saya disediakan makan malam dengan masakan yang sangat maknyuss… pastinya sayur, karena saya sejenis herbivora ( vegetarian maksud saya..hehehhe) Akhirnya hari yang panjang ini berlalu dan saya dapat tidur dengan tenang di dalam kamar.

Saturday, May 8, 2010

Dikejar Masalah!!! Kabur.....




Ini merupakan lanjutan dari perjalanan saya di KL dalam rangka mengurus visa bulan lalu. Jadi kan ceritanya saya pergi ke KL untuk mengurus visa ke cina. Setelah hari demi hari, minggu demi ninggu, akhirnya saya akan berangkat ke Hong Kong, tapi 3 hari sebelum keberangkatan, saya sakit. Dikirain DBD (bahasa kerennya Blood fever Denque), eh ternyata kompilasi antara darah rendah dan terlalu letih (dikirain cuma album lagu aja yang bisa kompilasi?)
Hampir saja flightnya mau di cancel, 1 hari sebelum keberangkatan saya sembuh, tapi muncul masalah baru, saya belum belajar untuk ujian, eh, saya malah yang baru sembuh ini pergi ke Penang buat ngantarin kawan ke Bandara (dasar ni orang gila jalan!!!) Pulang dari Penang pukul 10 malam, saya yang sudah capek ini pun tertidur. Alhasil besok ujian jam 2 siang, baru belajar jam 11 pagi, dengan modal badan yang setengah sembuh dan otak yang setengah nyala, serta semangat untuk ke Cina, saya pun memaksakan diri untuk ujian.(sebenarnya  dipaksa).
Habis ujian saya pun mempersiapkan keberangkatan saya dengan destinasi Alor Setar - Kuala Lumpur - Hong Kong tanggal 7 mei 2010, Pukul 10 malam saya menuju Alor Setar dengan 2 orang senior saya (Asyik diantarin), Tiba di stasiun bus Alor Setar, kami pun harus menunggu 3 orang lagi yang masih menghadapi perang tulisan terakhir. Dengan membawa koper sebanyak 6 buah (bukan punya saya ya, punya saya cuma 2, 4 lagi punya senior saya) saya dan seorang senior saya berjalan seperti anak terlantar di satsiun bus atau kayak orang pindahan rumah ya?. Jam menunjukkan pukul 11.30 dan mereka semua telah tiba di stasiun dengan selamat. Kami segera menuju bus dan menikmati perjalanan panjang selama 7 jam menuju KL. Kali ini kami tiba di KL tanpa hambatan. Tidak seperti perjalanan saya pulang dari KL yang lalu.
Pukul 5.30 pagi, kami tiba di Stasiun Duta di KL, kami menunggu bus shuttle ke airport selama 1 jam, sampai akhirnya kami pun bertanya kepada seorang supir yang jawabannya "tidak ada shuttle bus ke airport, yang ada di KL Sentral." Kami pun harus naik bus ke KL sentral lagi. Sampai di KL Sentral kami berpisah karena saya naik pesawat di Bandara KL LCCT.
Tepat pukul 10.30, saya tiba di LCCT, saya langsung ke Marry Brown untuk check in makanan ke perut saya, barulah setelah itu check in  bagasi ke Counter Drop Baggage, Secara saya kan udah self check-in (hari gini masih ngantri) Ternyata di saat mata saya sibuk mengejek orang-orang yang ngantri buat check-in, saya harus menelan pil pahit. Saya didenda RM 20 karena mengejek orang (hah?bukan saya bercanda, saya didenda karena bagasi saya lebih 1,8 kg) Setelah mengurus check in dengan boarding pass di tangan, saya menunggu di lounge sambil online di Airport yang katanya International Standard ini. (Sebenarnya saya nunggu battery hp saya full, lagi di charge soalnya hp saya baterenya habis terkuras buat dengerin musik 7 jam di perjalanan Alor Setar-KL)
Setelah online selama 2 jam, saya pun menemui 2 kawan saya yang satu mau pulang ke jakarta, yang satu lagi cuma ikut ngantar. Dia kan ikutan ke cina bareng saya (Kami ini tiga petualang di Lost in KL, kontrak salah satu pemainnya habis, jadi pulang ke jakarta, sedangkan kami berdua berlanjut kontraknya) Saya pun ke gate bersama kawan yang mau pulang ke Jakarta, yang satu lagi kecepatan ke Bandara, dia kan pesawatnya tanggal 9 (mau nginap di bandara 2 hari ya,buk!haha bercanda)
Sampai di gate, saya pun menunggu bersama kawan saya yang pesawatnya ke jakarta. Satu jam berlalu, pesawat ke jakarta udah boarding, semanagat saya pun semakin menggebu-gebu untuk ke HongKong yang akan boarding setangah jam lagi.(Yeah...!!!) Akhirnya keluar suara ding..ding..ding...ding (Our passanger of flight AK 658 destination Hong Kong please come to gate T11 for Passport and Boarding Pass final check) yeah...yeah..yeah... saya menuju gate, mau boarding...asyik!!!(soalnya saya paling benci menunggu) Langkah demi langkah menuju pesawat dengan pasti. Setibanya di depan pesawat, kami disuruh kembali ke gate, karena ada perbaikan.(Oh no, It means that I have to wait for another 1 hour  aaaaaaarrrrrrggggghhhhh!!!)\
Oke, apa boleh buat, saya pun menunggu lagi, singkat cerita, 1 jam berlalu, dan ada pengumuman untuk nunggu setengah jam lagi. Akhirnya setelah satu setengah jam menunggu, kami pun dipersilahkan masuk ke pesawat.(selama nunggu aku ngerasa kayak di film the Terminal...waduh...waduh....)


Pukul 3 sore(maaf saya gak tau jam 3 itu siang apa sore ya?soalnya biasa pake PM sama AM...hehehehehheh), kami pun take off ke Hong Kong, padahal seharusnya pukul 1.30 berangkatnya. Di pesawat, saya dapat tempat duduk di samping orang Belanda, singkat cerita, sepanjang perjalanan saya hanya menyumbat telinga saya dengan headphone dan tidur. 4 jam kemudian akhirnya saya tiba di Bandara Hong Kong, melangkah keluar dan tak sabar ingin segera menuju kota.
Saya pun segera ambil bagasi dan ngantri di immigration. Tiba giliran saya, dengan pasti saya menyerahkan passport dan immigration form saya kepada petugas imigrasi. Hampir 5 menit berlalu, saya ditarik ke office dan mereka memberikan saya HK$ 1000 karena saya pengunjung ke 10 juta bulan ini. Untuk bagian pengunjung ke 10 juta, saya bercanda, untuk HK$ 1000 hanya imajinasi saya. Saya ditahan karena nama saya sama dengan nama seorang buronan di Hong Kong.

Dasar! gak tau ya ini artis dari Indonesia.  Maksud saya bayangannya doang. haha. Pasti yang baca ini dalam hatinya berkata “garing”.  Setelah ditanya masalah tujuan datang, akhirnya saya diizinkan masuk ke Hong Kong. Akhirnya dengan perasaan lega menuju custom check. Eh, saya ditahan lagi gara-gara bagasi saya dicurigai. Astaga!!! Saya pun di cek lagi. Koper saya dibongkar lagi. Akhirnya, setelah dibongkar dan saya pun dibuktikan tidak bersalah. Saya pun diizinkan masuk ke Hong Kong. Huuuuurrrraaaaayyyyy!!!

Monday, April 26, 2010

Kebodohan yang diikuti seekor Primata

Setelah beberapa hari disibukkan dengan ujian yang bertubi-tubi (jujur bagian ini aku tidak serius....ujiannya cuma 6 mata kuliah) yang membuat saya sibuk dengan membaca dan belajar di library (biar kelihatan mahasiswa andek*untuk yang tidak tahu,andek itu anugerah dekan*padahal selama study week tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki di library.ha...ha...ha), untuk pertama kalinya saya kembali mencurahkan isi hati saya di diary saya tercinta(ini kan zaman canggih masa masih pake buku diary dan cara nulisnya "dear diary,hari ni aku tu kesel banget"...gengsi dong liat orang pada asyik nulis di blog. Di blog kan bacanya juga enak, soalnya tulisan saya kan seperti cacing disiram cuka..hehehehe).
Hari ini saya bangun di pagi hari (catatan *paginya waktu mahasiswa ya...) dan melakukan aktivitas seperti biasa (tidak ada yang lebih asyik dari bangun dan berkoneksi ria di atas katil*katil=ranjang* tercinta). Tiba-tiba ada suara mariah carey di kamar saya, saya pun shock dan mengira saya dikunjungi mariah carey. Ternyata oh ternyata, itu hanya suara deringan nada panggilan handphone saya.(dasar...untuk bagian anada dering saya mariah carey, itu bercanda.) Saya lihat di layar ada tulisan "1 new message" (eh, aku bukan tidak mencintai bahasa ibu ya, pake bahasa inggris ni karena aku kan global citizen..heheheheh...) saya tekan tombol show, muncul di layar tulisan : Dar, passport kita udah bisa di ambil di FTM ya.(*FTM, Fakultas Teknologi Modern. Diperjelas lagi ya, FTM untuk mengetahui mengapa diperjelas silahkan lanjutkan membaca). Saya pun segera mandi dan bersiap menuju kampus.
Tiba di kampus, saya menuju Dewan TM. Saya mengirimkan pesan singkat berbunyi(kenapa aku tulis berbunyi ya?kan kirim sms tu gak ada bunyinya?lupakan..itu bukan masalahnya) : Kak, aku sedang jalan ke dewan TM ni...sang penerima pun membalas : Oke, ditunggu ya. Tiba di dewan TM saya telepon dan bertanya : "kakak dimana?ini lagi di Taman luas ada bangku-bangkunya." Nah, kebetulan di Dewan TM ada tempat seperti taman dan ada kursi, saya berjalan kesana, loh, kok tidak ada, pasti dia lagi ngerjain saya main petak umpet (pikir aku dalam hati..dasar ge-er mode on*) Saya telepon balik, kakak itu berkata : Dimana?ini aku lagi di FTM (nah loh...tadi aku sms bilang jalan ke dewan TM di-iyain...hmmmmmmm, berhubung FTM sangat jauh, kami pun janjian ngambil passportnya di tempat tinggalnya).
Saya naik bus ke rumahnya, setiba disana, saya mengambil passport dan bercerita panjang lebar pasal (wuihhh bahasanya, "pasal"? kayak nama tempat ibu belanja di pagi hari...ha..ha..ha..*garing mode on) Habis itu diajakin jalan-jalan di pasar malam, wah...banyak makanan yang dibagikan secara gratis. Untuk bagian gratis, saya bercanda. Gila aja, zaman sekarang mau buang sisa pencernaan saja bayar. Eh, ternyata saya dikasih job baru, Photographer, ha...ha...ha (megang kamera aja gemetaran...dhuaaarrrrr....jadi photographer lagi...sorry ya, hasil fotonya jelek...)
Pastinya yang saya foto itu bukan sembarang orang ya, model-modelnya Louis Vuitton, Gucci, Prada, Dolce&Gabbana , Armani (ayo...ayo...semuanya murah meriah...jadi kayak penjual di tanah abang...). Setelah model-model saya itu (tolong yang masih berimajinasi dengan model-model papan atas itu, buang imajinasi anda jauh-jauh...jangan menghina saya. Itu tidak pernah terjadi.haha) berpose ria, saya pun pulang kembali ke istana saya tercinta.
Tiba di kamar, saya langsung mengambil jaket running dan bersiap untuk jogging di sore hari.(Tepatnya jam 7, di sini masih terang). Saya pun berjogging ria, 3 menit berlalu, tiba-tiba di belakang saya seperti ada yang mengikuti, Oh! tidak!!! saya sedang dikejar oleh seekor monyet dengan ukuran yang cukup besar. Tidak tahu itu monyet, simpanse, atau gorila, yang jelas, saya berhenti dan terjadi pertempuran antara hanoman dan Rama untuk memperebutkan shinta. Saya hanya bercanda untuk bagian Rama, Hanoman, dan Shinta. Lupakan saja, biarlah itu jadi kenangan bagi saya (mellow...mellow...mellow...) Yang jelas, antara si-Monyet dan saya tidak terjadi kerugian apa-apa.
Setelah jogging, saya menuju kamar, dan belajar...( sebelum belajar, saya menulis posting ini dulu, kalo langsung belajar kapan postingnya. he..he...he. )

Sunday, April 25, 2010

Thanks for All

A years ago...
I still see you every morning I get up...
I still able to see you smiling...
I feel as the most happy person in the world...
You never want to see me sad...
you,the one who keep encouraging me to do more and more...
I always try my best to do it for you...
you never blame me for my fault...
though I know you often sad because what I have done...
why don't you even give me a chance to make you happy?
why don't you even give me a chance to take care of you in the rest of your life?

Now almost a years you have gone...
I still can feel your love,
I know you always take care of me from heaven...
I never feel you far away from me even a miles.
You are one of my life inspiration.
I never imagine that I could have this day...
In this place,
In my heart,
you the one have a meaning for my life.
No one able take place in this heart
In my minds,
I never forgotten every kindness of you,
I always think that God will give me a chance to take a good care of you...
more than what you have given to me...
Nothing can payback your kindness...
Even a mountain of gold is not worthed compare to your love..
Thanks for all
I still missing you..
where ever you are know..
I know you still there to look after me...
I try to strong..
But I just not that strong...
I look strong but inside I am weak..
Your merit is exist in my life...

Wednesday, April 21, 2010

1 kata 5 huruf berarti yang mampu membuat seorang jendral bintang lima meneteskan air mata atau membuat seorang nenek tua yang memiliki pengalaman hidup yang pahit tersenyum...

                  Cinta jangan kau pergi
                              Tinggalkan diriku sendiri
                  Cinta jangan kau lari
                              Apalah arti hidup ini tanpa cinta dan kasih......sayang.




Siapa yang tak mengenal lirik di atas ini? Sepenggal lirik dari salah satu lagu paling menyentuh bagi saya. Cinta? siapa yang tidak tahu apa itu cinta? memang cinta terkadang sulit untuk didefinisikan dengan kata-kata, tapi siapa yang tidak mengakui cinta itu bagian dari hidup? atau hidup adalah bagian dari sebuah cerita cinta? Apapun itu, Cinta berperan sangat penting dan memiliki arti tersendiri bagi setiap orang di dunia ini. Tidak ada  seorangpun di dunia ini memiliki kisah cinta yang sama. Begitu baiknya TUHAN sehingga kepada manusia diberikan apa yang dinamakan cinta. Manusia memiliki derajat paling tinggi dibandingkan dengan makhluk manapun di dunia ini.
Cinta membuat semua orang menjadi tuli dan buta. Tuli untuk mendengar keburukan orang yang dicintai dan Buta untuk melihat kejelekan orang yang kita cintai. Terkadang saya heran kenapa Tuhan tidak adil, memberikan seorang yang ganteng pasangan yang jelek atau sebaliknya pasangan yang cantik bagi seorang yang jelek. Hanya 1 kata dan 5 huruf yang dapat menjawabnya "CINTA". Sesuatu yang terlalu indah untuk dikenang, terlalu manis untuk dirasakan, terlalu besar untuk didefinisikan, dan kadang terlalu menyakitkan untuk dihadapi.
Pada dasarnya Tuhan menciptakan adam dan eve, tetapi di jaman dimana seorang pria diperebutkan oleh 7 wanita ini, terdapat tren yang baru yaitu adam dan steve. Sungguh, sulit untuk dibayangkan, tetapi cinta itu universal. Cinta Pencipta kepada ciptaan-Nya, Cinta orang tua kepada anak-anaknya, dan yang terakhir cinta seorang lelaki kepada perempuan. Yang ingin saya bahas lebih dalam adalah mengenai cinta seorang lelaki kepada perempuan.
Apa yang membuat seseorang yakin dia mencintai seseorang? Menurut penelitian saya, yang menjadi akar dari cinta adalah kekaguman. Kekaguman yang berkepanjangan akan memunculkan apa yang dinamakan menyukai, rasa suka yang saling berbalasan akan memunculkan perasaan cinta. Cinta terlalu nyata untuk dirasakan dan terlalu palsu untuk dibayangkan. Terdapat banyak alasan bagi seseorang untuk menyukai seseorang, tetapi tidak ada alasan bagi seseorang untuk dapat mencintai. Perasaan cinta yang dipupuk lebih dalam mendatangkan rasa sayang. Rasa sayang adalah suatu tahap dimana apapun kesalahan orang yang anda sayangi, anda akan berusaha untuk mencari 1000 alasan untuk memaafkan dia padahal satu alasan pun tidak pantas diberikan untuk memaafkan dia. Rasa sayang muncul ketika kita mencintai seseorang karena kejelekan dan keburukannya bukan karena kecantikan, kegantengan, atau kebaikannya. Jika masih sekedar karena 3 hal itu, maka itu bukanlah cinta melainkan menyukai.
Mengapa manusia diberikan perasaan cinta sedangkan hewan tidak? Jelas akan terlihat aneh jika ada harimau dan singa yang saling mencintai. Tetapi terkadang hewan saja mampu menunjukkan rasa sayang kepada sesamanya, saya pernah diceritakan tentang seekor anak anjing yang tidak mau makan apapun ketika induknya meninggal. Manusia diberikan rasa cinta untuk mengungkapkannya dan menunjukkannya. Rasa cinta yang dikhianati akan mendatangkan bentuk negatif dari rasa cinta yaitu benci. Tetapi rasa benci hanya akan muncul sementara dan ditutupi dengan rasa cinta yang murni.
Cinta tidak harus memiliki? Kalimat ini sering disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bernyali untuk mengejar cintanya. Padahal sebenarnya, kalimat ini diucapkan untuk cinta yang tidak sampai untuk digapai karena dipisahkan maut, bukan karena tidak bernyali. Cinta adalah pengorbanan, seseorang sanggup berlari 10000 mil hanya karena cinta. Mampukah seorang hanya atas dasar suka mengorbankan nyawanya?Seorang yang mencintai dengan setulus hati sanggup melakukan apapun demi cintanya.
Dikisahkan, ada sepasang kekasih yang telah menjalin hubungan selama 6 tahun. Tetapi sang lelaki telah berkali-kali melakukan kesalahan yang sama dan berlaku tidak setia kepada pasangannya. Apa yang terjadi? Berapa kalipun sang lelaki melakukan kesalahan itu, sesering itu pula pasangannya memaafkannya. Cinta membuat sang pasangan selalu berusaha mengubah semua keburukan pasangannya menjadi kebaikan. Cinta itu saling menutupi. Cinta yang sejati itu tidak pernah melebih-lebihkan ataupun saling menyalahkan.
Cinta membuat setiap detik perjalanan bumi menjadi berarti. Cinta menjadikan segala sesuatu menjadi indah, segala sesuatu yang pahit menjadi manis, dan segala yang buruk menjadi baik.
Tidak ada yang dapat menggantikan posisi cinta di dunia ini. Cinta merupakan asas yang paling dasar bagi hidup manusia. Manusia yang tidak berani mencintai adalah manusia yang paling bodoh dan tidak tahu mensyukuri rahmat yang diberikan Sang Pencipta. Jangan pernah takut mencintai, ada yang mengatakan cinta itu menyakitkan, saya mau katakan, karena menyakitkan itulah yang membuat cinta semakin murni adanya.
Bersykurlah atas pasangan anda dan belajar mencintai dia lebih dan lebih lagi karena manusia memang diberikan hak untuk mencintai dan dicintai. Belajarlah dari pengalaman cinta yang lalu,dan berjanjilah untuk belajar mencintai dengan murni. Cinta tidak membutuhkan banyak pengalaman,jadi belajarlah untuk mencintai pasangan anda sepenuh hati, ungkapkanlah itu dan setia kepadanya  maka cinta akan mendatangkan hal-hal besar yang tidak pernah engkau bayangkan.