About Me

My photo
Darry, my nick name, was born on 1st December 1991, The eldest of 4 siblings, Bachelor of International Affairs Management with Honors, Living life to the MAX!
Showing posts with label vacation. Show all posts
Showing posts with label vacation. Show all posts

Wednesday, May 12, 2010

Meeting Partner, Window Shopping + Culinary

Hari ini, bangun di pagi hari seperti biasanya dan telah tersedia segelas susu dan roti untuk sarapan. Asyik! Homestay saya baik benar, serasa tinggal di apartemen full service. Selesai makan, saya bersiap-siap menuju BinJiang road di pusat kota Tian Jin. Tempat ini merupakan pusat perbelanjaan. Jumlah toko dan plaza tidak terhitung banyaknya. Dengan menggunakan transportasi umum, pastinya bus, saya menuju sana. Ongkosnya sangat murah bahkan melebihi murahnya angkot, fasilitas bus juga sangat terawat.
Tepat tengah hari, saya tiba disana dan menunggu kedua teman saya, seorang merupakan pemeran baru dari Singapura, yang seorang lagi memang pemeran tetap lost in KL, yang ngurus visa bersama saya. Sesudah semua personil lengkap, kami beraksi. Power Rangers! Berubah! bukan itu maksudnya beraksi. Maksudnya kami hunting tempat yang oke buat makan siang. Dari tempat makan yang murah sampai mahal, tidak ada yang memenuhi hasrat kami. Kami terus berjalan menemukan tempat makan yang sesuai budget dan selera kami pastinya. Akhirnya tanpa sengaja, kami menemukan sebuah restoran muslim. Tanpa berpikir panjang lagi, kami pun menjatuhkan pilihan pada restoran ini untuk bersantap siang.
Kami pun masuk ke restoran dan mulai memilh menu yang sesuai keinginan kami. Menunya dalam bahasa alien. Jadi kami hanya duduk dan menunggu teman kami yang merupakan penduduk lokal menerjemahkan menunya untuk kami. Setelah memilih, sepoci teh pun disuguhkan kepada kami. karena cuaca yang dingin, kami pun langsung menuangnya ke gelas dan memegangnya. Kalau diminum masih panas, jadi dipegang aja untuk menghangatkan telapak tangan yang terasa mulai membeku.
Sambil menunggu makanan kami dihidangkan, kami pun mulai membahas masalah project kami. Masakan yang kami pesan pun dihidangkan.

 Masakan pertama kami adalah sayur harimau (terjemahan bahasa aliennya). Rasanya kayak rujak tapi tidak ada pepaya, mangga, jambu, atau nenas. Sepiring sayur hijau dihidangkan di meja kami. Cukup segar dijadikan makanan pembuka. Sejenis salad versi cina.






Masakan kedua yang keluar dari dapur koki adalah timun yang diolah dengan telur dan sejenis fungus hitam. Rasanya juga enak, dengan fungus yang garing (kok jadi kayak bondan di acara wisata kuliner ni? mak nyusss....hahahahah)






Masakan yang ketiga ini namanya tahu kuda pedas. Jangan berpikir di masakan ini ada hubungan dengan segala sesuatu yang berbau kuda. Bahannya hanya tahu yang disiram dengan saus yang sangat pedas. Rasa pedasnya seperti tendangan kuda di lidah. Si koki ditendang kuda waktu memasukkan cabe ke dalam masakan ini, jadi kebanyakan cabenya. (untuk bagian koki ditendang kuda saya bercanda)




Pastinya ketiga makanan diatas dimakan dengan semangkuk nasi dan sumpit, ditemani oleh teh panas. Sehabis makan, kami pun menuju ke kasir untuk membayar. untuk 4 jenis masakan, oh ya, ada satu masakan daging. Sehubungan saya vegetarian, jadi tidak terlalu dibahas, saya juga tidak tahu rasa masakan daging tersebut. Nah, kembali ke bill, yang ternyata harganya RMB (Ren Min Bi = mata uang cina) 54. Jadi untuk masakan dan servis yang cukup memuaskan ini, kami hanya bayar RMB 11 seorang.
Kami pun berjalan keluar untuk window shopping. Kami masih 2 bulan berada disini. Kalau shopping sekarang, bisa-bisa uang untuk jalan-jalan dan keperluan lainnya habis terpakai. Jadinya, saya harus menahan nafsu konsumtif ini. Saat kami sedang berjalan, dari kejauhan ada sekumpulan orang yang sedang berjalan mengelilingi uang kuno cina yang dicetak super besar di lantai. Mungkin menurut kepercayaan mereka, mereka bisa kaya habis mengelilingi uang kuno ini.

Setelah berjam-jam berjalan dari satu toko ke toko lainnya, kami berjalan untuk melihat cemilan. Kami pun tiba di sebuah area penjual cemilan. terdapat hampir 100 kios cemilan yang berbeda. Mata saya tertuju kepada sebuah kios cemilan korea. Hanya dengan harga RMB 6, saya telah serasa berada di jalan di Korea. Cuaca yang dingin lebih mendramatisir imajinasi saya ini.
Selain ini, masih ada satu lagi cemilan yang saya beli. Namanya tahu goeng busuk, tapi rasanya seperti tahu goreng biasa yang disiram sejenis saus khas Tian Jin.

Setelah lelah berjalan, waktu telah menunjukkan pukul 6 sore. Kami pun berpisah dan melangkah pulang ke homestay masing-masing. Dihitung-hitung kami sudah keluar masuk puluhan toko demi memenuhi kepuasan mata kami. Saya pun menuju stasiun bus untuk pulang. Ternyata jam 6 sore adalah jam pulang kerja dan pulang sekolah, jadi jalanan sangat ramai. Hampir semua bus penuh dengan orang berdesakan.
Tiba di rumah, saya kembali disuguhkan makan malam oleh pemilik rumah. Dengan demikian lengkaplah sehari ini dengan makanan yang enak-enak. Wuenak Tenan...

Tuesday, May 11, 2010

A little shock in flight- Ini pesawat apa bus kota ya?

Nah, satelah tiba di Hong Kong dan menghabiskan 2 hari disana. Saya pun harus berangkat ke Tian Jin. Journey start at 8! Kali ini saya benar-benar harus bangun pagi, jam 5.30, saya telah mandi dan bersiap-siap menuju stasiun MTR untuk berangkat ke stasiun Kowloon. Dari stasiun Kowloon, saya langsung ke counter shuttle Bus untuk naik bus dengan tujuan Shen Zhen International Airport. Tiba di Shen Zhen Airport, waktu menunjukkan pukul 11.50, saya menuju counter check in dan bergegas ke gate yang saat itu diumumkan telah dibuka.
Tiba di gate saya langsung mengantri untuk masuk ke dalam pesawat. Di dalam pesawat, saya duduk di seat no 8 D. Kedua orang disamping saya adalah penduduk lokal cina. Hampir seluruh pesawat penuh dengan suara dan sangat ricuh dengan bahasa-bahasa "alien", tetapi sehubungan saya masih dapat memahami bahasa alien tersebut, saya menerjemahkan percakapan kedua orang di samping saya. Salah satu diantara kedua penumpang itu sangat bangga karena dia baru makan mie di dalam bandara dan hampir di setiap kalimat percakapan dia mengatakan bahwa dia baru saja makn mie di dalam bandara.
Setengah jam di dalam pesawat, terdengan pengumuman dari awak kabin bahwa kita akan segera lepas landas dan lampu pesawat pun telah dimatikan. 15 belas menit kemudian, lampu kembali dinyalakan dan terdengar pengumuman dalam bahasa Alien dan bahasa Inggris versi Alien. Pengumuman tersebut mengatakan bahwa kami harus menunggu selama 3 jam berikutnya untuk lepas landas. Para penumpang tidak diperbolehkan turun dan kami harus menunggu di dalam pesawat dengan kondisi AC yang tidak dinyalakan.
Untung saja di cina cuacanya cukup dingin jadi tidak sampai berkeringat di dalam pesawat seperti naik angkot. Para pramugari pun berjalan keluar dengan mendorong kereta berisi makanan dan minuman untuk disajikan kepada penumpang. Satu jam berlalu, penumpang yang sudah kenyang pun mulai ribut dengan situasi yang sangat tidak nyaman tersebut. Setengah jam kemudian, seorang bapak berdiri mondar-mandir dan meminta untuk diturunkan kembali ke terminal. Seorang pramugari mencoba meredam situasi tetapi tidak berhasil. Penumpang membabi buta dan memecahkan kaca jendela. Satu persatu penumpang melompat keluar. "Warning you are in Dadar imagination world " Dua kalimat terakhir, saya bercanda.
Para penumpang pun memarahi pramugarinya, kasihan benar, padahal mereka sangat ramah, sabar, dan tidak sombong dengan para penumpang. Mungkin kalo di Indonesia, penumpangnya yang dimarahi balik sama pramugarinya. Alhasil, hampir setiap pramugari dimarahi oleh beberapa penumpang yang bawel ini. Seorang mendapat shift dimarahi 2-3 kali. Benar Salut! dua jempol deh buat pramugarinya.
Tiga jam berlalu, kami pun akhirnya lepas landas dari Shen Zhen International Airport menuju Tian Jin International Airport. Benar-benar perjalanan yang melelahkan. Alhasil setelah 3 jam menunggu dan perjalanan selama 3 jam saya pun tiba di Tian Jin dalam 6 jam. Tiba di Airport, saya menuju ke shop terdekat nyari kartu telepon (Kali ini gak perlu lewat imigresen dan custom sheck soalnya penerbangan domestik), dari sekian banyak toko, tidak ada satupun yang menjualnya.
Saya pun beranjak ke Customer Service dan hasilnya NIHIL. Tidak ada penjual kartu telepon di Bandara. Harapan saya pun pupus. Sebab saya belum memberitahukan penjemput saya bahwa pesawat saya telat 3 jam. Saya pun ingat dengan preparation booklet dari mereka yang menyuruh setiap peserta menuju ke Bin Jiang road. Saya keluar dari Bandara dan menuju stasiun bus dan berbahasa alien dengan alien setempat. Saya pun dipersilahkan naik bus. Setelah perjalanan panjang dan tiba di kota, saya disuruh turun di jalan. Saya bertanya, " ini ya jalannya itu?", dia jawab, "bukan, jalan lurus kedepan dan belok ke kanan."
Saya yang baru pertama kali ke kota ini, dengan satu koper besar dan 1 koper kecil berjalan. Cuaca yang dingin dan baju yang cukup tipis, cukup menyiksa, untung saja saya di negeri orang, jadi gak ada yang kenal, cuek aja. Tiba di Bin jiang road yang jaraknya 800m dari tampat saya diturunkan, saya menuju warung telepon umum dan menghubungi penjemput saya.
Akhirnya kami janjian ketemu di KFC dan saya dapat duduk tenang menikmati makan malam disana. 2 jam kemudian, datang seorang pria dari luar pintu melambaikan tangan kepada saya dan berkata " deraius?" Jelas-jelas nama saya darius, tapi karena masalah perbedaan lidah jadi saya maklum. he..he...Saya pun naik taksi dan diantarkan ke home stay saya.
Ternyata. Tempat homestay saya sangat nyaman. Saya tinggal dengan seorang ibu yang memiliki seorang anak perempuan. Sang Ayah bekerja di luar kota. Anaknya sekolah di Nankai University dan baru pulang dari Exchange di Mei Guo ( Bahasa Aliennya US, kalo diterjemahkan, mei=cantik dan guo=negara), Negara cantik? Cukup masuk akal. Saya disambut dengan sangat baik. Saya disediakan makan malam dengan masakan yang sangat maknyuss… pastinya sayur, karena saya sejenis herbivora ( vegetarian maksud saya..hehehhe) Akhirnya hari yang panjang ini berlalu dan saya dapat tidur dengan tenang di dalam kamar.

Saturday, May 8, 2010

Dikejar Masalah!!! Kabur.....




Ini merupakan lanjutan dari perjalanan saya di KL dalam rangka mengurus visa bulan lalu. Jadi kan ceritanya saya pergi ke KL untuk mengurus visa ke cina. Setelah hari demi hari, minggu demi ninggu, akhirnya saya akan berangkat ke Hong Kong, tapi 3 hari sebelum keberangkatan, saya sakit. Dikirain DBD (bahasa kerennya Blood fever Denque), eh ternyata kompilasi antara darah rendah dan terlalu letih (dikirain cuma album lagu aja yang bisa kompilasi?)
Hampir saja flightnya mau di cancel, 1 hari sebelum keberangkatan saya sembuh, tapi muncul masalah baru, saya belum belajar untuk ujian, eh, saya malah yang baru sembuh ini pergi ke Penang buat ngantarin kawan ke Bandara (dasar ni orang gila jalan!!!) Pulang dari Penang pukul 10 malam, saya yang sudah capek ini pun tertidur. Alhasil besok ujian jam 2 siang, baru belajar jam 11 pagi, dengan modal badan yang setengah sembuh dan otak yang setengah nyala, serta semangat untuk ke Cina, saya pun memaksakan diri untuk ujian.(sebenarnya  dipaksa).
Habis ujian saya pun mempersiapkan keberangkatan saya dengan destinasi Alor Setar - Kuala Lumpur - Hong Kong tanggal 7 mei 2010, Pukul 10 malam saya menuju Alor Setar dengan 2 orang senior saya (Asyik diantarin), Tiba di stasiun bus Alor Setar, kami pun harus menunggu 3 orang lagi yang masih menghadapi perang tulisan terakhir. Dengan membawa koper sebanyak 6 buah (bukan punya saya ya, punya saya cuma 2, 4 lagi punya senior saya) saya dan seorang senior saya berjalan seperti anak terlantar di satsiun bus atau kayak orang pindahan rumah ya?. Jam menunjukkan pukul 11.30 dan mereka semua telah tiba di stasiun dengan selamat. Kami segera menuju bus dan menikmati perjalanan panjang selama 7 jam menuju KL. Kali ini kami tiba di KL tanpa hambatan. Tidak seperti perjalanan saya pulang dari KL yang lalu.
Pukul 5.30 pagi, kami tiba di Stasiun Duta di KL, kami menunggu bus shuttle ke airport selama 1 jam, sampai akhirnya kami pun bertanya kepada seorang supir yang jawabannya "tidak ada shuttle bus ke airport, yang ada di KL Sentral." Kami pun harus naik bus ke KL sentral lagi. Sampai di KL Sentral kami berpisah karena saya naik pesawat di Bandara KL LCCT.
Tepat pukul 10.30, saya tiba di LCCT, saya langsung ke Marry Brown untuk check in makanan ke perut saya, barulah setelah itu check in  bagasi ke Counter Drop Baggage, Secara saya kan udah self check-in (hari gini masih ngantri) Ternyata di saat mata saya sibuk mengejek orang-orang yang ngantri buat check-in, saya harus menelan pil pahit. Saya didenda RM 20 karena mengejek orang (hah?bukan saya bercanda, saya didenda karena bagasi saya lebih 1,8 kg) Setelah mengurus check in dengan boarding pass di tangan, saya menunggu di lounge sambil online di Airport yang katanya International Standard ini. (Sebenarnya saya nunggu battery hp saya full, lagi di charge soalnya hp saya baterenya habis terkuras buat dengerin musik 7 jam di perjalanan Alor Setar-KL)
Setelah online selama 2 jam, saya pun menemui 2 kawan saya yang satu mau pulang ke jakarta, yang satu lagi cuma ikut ngantar. Dia kan ikutan ke cina bareng saya (Kami ini tiga petualang di Lost in KL, kontrak salah satu pemainnya habis, jadi pulang ke jakarta, sedangkan kami berdua berlanjut kontraknya) Saya pun ke gate bersama kawan yang mau pulang ke Jakarta, yang satu lagi kecepatan ke Bandara, dia kan pesawatnya tanggal 9 (mau nginap di bandara 2 hari ya,buk!haha bercanda)
Sampai di gate, saya pun menunggu bersama kawan saya yang pesawatnya ke jakarta. Satu jam berlalu, pesawat ke jakarta udah boarding, semanagat saya pun semakin menggebu-gebu untuk ke HongKong yang akan boarding setangah jam lagi.(Yeah...!!!) Akhirnya keluar suara ding..ding..ding...ding (Our passanger of flight AK 658 destination Hong Kong please come to gate T11 for Passport and Boarding Pass final check) yeah...yeah..yeah... saya menuju gate, mau boarding...asyik!!!(soalnya saya paling benci menunggu) Langkah demi langkah menuju pesawat dengan pasti. Setibanya di depan pesawat, kami disuruh kembali ke gate, karena ada perbaikan.(Oh no, It means that I have to wait for another 1 hour  aaaaaaarrrrrrggggghhhhh!!!)\
Oke, apa boleh buat, saya pun menunggu lagi, singkat cerita, 1 jam berlalu, dan ada pengumuman untuk nunggu setengah jam lagi. Akhirnya setelah satu setengah jam menunggu, kami pun dipersilahkan masuk ke pesawat.(selama nunggu aku ngerasa kayak di film the Terminal...waduh...waduh....)


Pukul 3 sore(maaf saya gak tau jam 3 itu siang apa sore ya?soalnya biasa pake PM sama AM...hehehehehheh), kami pun take off ke Hong Kong, padahal seharusnya pukul 1.30 berangkatnya. Di pesawat, saya dapat tempat duduk di samping orang Belanda, singkat cerita, sepanjang perjalanan saya hanya menyumbat telinga saya dengan headphone dan tidur. 4 jam kemudian akhirnya saya tiba di Bandara Hong Kong, melangkah keluar dan tak sabar ingin segera menuju kota.
Saya pun segera ambil bagasi dan ngantri di immigration. Tiba giliran saya, dengan pasti saya menyerahkan passport dan immigration form saya kepada petugas imigrasi. Hampir 5 menit berlalu, saya ditarik ke office dan mereka memberikan saya HK$ 1000 karena saya pengunjung ke 10 juta bulan ini. Untuk bagian pengunjung ke 10 juta, saya bercanda, untuk HK$ 1000 hanya imajinasi saya. Saya ditahan karena nama saya sama dengan nama seorang buronan di Hong Kong.

Dasar! gak tau ya ini artis dari Indonesia.  Maksud saya bayangannya doang. haha. Pasti yang baca ini dalam hatinya berkata “garing”.  Setelah ditanya masalah tujuan datang, akhirnya saya diizinkan masuk ke Hong Kong. Akhirnya dengan perasaan lega menuju custom check. Eh, saya ditahan lagi gara-gara bagasi saya dicurigai. Astaga!!! Saya pun di cek lagi. Koper saya dibongkar lagi. Akhirnya, setelah dibongkar dan saya pun dibuktikan tidak bersalah. Saya pun diizinkan masuk ke Hong Kong. Huuuuurrrraaaaayyyyy!!!

Sunday, April 18, 2010

3 Friends 4 days and I story from KL-The end

   Di bagian terakhir,kami sudah berakhir di si jelita dengan nomor seat 8 ABC,nah...ternyata perjalanan kami yang terlalu "seru" ini belum berakhir.
   Pukul 12 malam,Si jelita berjalan di tengah remang remang sinar...(maaf ini bukan cerita tentang kupu-kupu malam atau cewek jadi"an di pinggir jalan,ini itu bus yang berjalan di highway)Begitu menidurkan badan di kursi,ketiga orang ini pun terlelap,didukung seharian berjalan sambil mengangkat  barbel karena mereka akan mengikuti seleksi binaragawan se kampus(ini itu 100 persen ngawur) seharian kemana" membawa tas yang beratnya hampir 30 kg(saya tidak sedang bercanda!ini itu dua rius)Dengan harapan tiba di kampus hutan tercinta keesokan paginya,ketiga tarzan ini pun menutup matanya dengan hati yang tenang.Tiba" seorang dari mereka teriak lihat ini udah jam 5 pagi...setelah diperiksa,ternyata jam di bus itu salah.Dengan tanpa ada rasa curiga,mereka kembali ke mimpi indahnya...
   Tepat pukul 3 pagi jam setempat,bukan jam bus pastinya,tiba" bus berhenti...salah seorang terbangun dan berkata dengan polosnya wah supirnya baik ya,berhenti dulu biar kita tidurnya tenang dan semua kembali tidur.Keesokan paginya dengan tenang seorang bangun dari tidurnya dan berjalan keluar bus.Dengan perasaan heran,marah,sedih,terkejut,shock,stress,apalagi ya,bla...bla...bla deh,dia berteriak karena kita masih berada di km 245,6.Apa?padahal dia kira bus sudah tiba di kampus tercinta....
   Oh,malangnya tarzan-tarzan dalam bus yang mau kembali ke komunitas hutannya...Satu per satu orang berjalan keluar dan menuju sebuah gubuk kosong di tengah hutan(ini tu kutipan dari cerita si gadis berkerudung merah)sebenarnya gubuk kosong di tengah hutan tidak pernah ada di cerita saya ini.Tepatnya kami mengungsi di rumah seorang penduduk.Awalnya hanya 5 orang,sampai akhirnya penumpang satu bus itu  mengungsi ke rumahnya.Si pemilik rumah berkata kepada kami dia baru saja pindah ke rumah barunya ini selama 5 bulan(mungkin dalam hatinya dia berkata,saya sungguh menyesal pindah ke rumah ini akibat letaknya yang di pinggir jalan ini,rumahnya selalu menjadi korban jika ada bus mogok).
   Karena melihat wajah" kasihan yang dilakonkan oleh artis" nominator oscar ini,si pemilik rumah menyajikan makanan dan minuman bagi para pengungsi ini.
   Setelah 7 jam terjebak di km 245,6...akhirnya kami dikirimkan bus untuk mengangkut kami hingga ke Alor setar,sebuah kota terdekat sebelum kampus kami.Setba disana,kami naik bus lain yang disediakan untuk mengantar kami ke kampus,Kami(3 orang teman-red) kembali duduk di kursi yang sama yaitu 8-ABC,tapi kali ini jam busnya benar jadi kami yakin pasti busnya bakal nyampe dengan selamat...(Sebagai pengalaman,jangan pernah naik bus yang jamnya salah atau tidak berjalan atau anda akan terjebak selama 7 jam di jalan)
   Setiba di kampus,kami pun makan siang dengan harga yang sangat murah dibandingkan KL yaitu hanya Rm 2.50 dengan porsi buruh bangunan(maaf ya jika anda tersinggung)...
Inilah akhir perjalanan kami di kota,maklum kami ini tarzan-tarzan hutan yang nekat ke kota....
Tunggu kisah kami di kota-kota berikutnya.

Saturday, April 17, 2010

3 Friends 4days and 1 story from KL part 4

   Setelah melalui berbagai hal yang begitu "indah" di KL,akhirnya tiba juga hari terakhir kamil di KL.Pukul 12 pagi(maksudnya siang tapi bagi saya itu pagi karena baru melihat matahari setelah seharian di dalam rumah),saya dan teman saya yang tinggal bersama mulai packing dan melangkah keluar rumah untuk menikmati perjalanan terakhir kami di KL yaitu Sunway.Saya dan teman saya berjalan menuju Tropicana city (ini itu nama mall ya bukan nama merek suplemen diet yang sering muncul di iklan kalo nonton ti-pi) untuk menunggu shuttle bus gratis ke stasiun bus terdekat untuk naik bus ke sunway karena jika kami naik taksi ke sunway dari tempat evakuasi kami akan menghanguskan dompet kami.
   Tiba di Tropicana city,kami sudah bermandikan darah (ini tu majas hiperbola yang diajarkan guru bahasa Indonesia saya.Mandi darah?emang mau perang?)Sebenarnya mandi keringat karena hari yang sangat panas sekali(perhatikan sangat panas sekali apakah anda tau kesalahan penulisan dimana?jika tau maka anda lulus SNMPTN)dari kejauhan kami sudah melihat bus yang membuat hati kami lega tetapi sesampai disana kami kembali dikecewakan karena busnya baru jalan jam 2 jadi kami masih harus menunggu.Oke jadi kita percepat waktu,2 jam kemudian,bus pun berjalan,setiba di stasiun kelana jaya seorang teman kami sudah menunggu sampe" jadi kurus tu badannya(masalah kurus apa enggak hanya kami,dia,dan Tuhan yang tau).
   Kami langsung bergegas menuju bis ke sunway.Ternyata kami salah naik bus dan kami dibawa ke airport dan kemudian kami naik pesawat menuju kairo,mesir...(oke,sebenarnya saya akui ini kesalahan saya karena saya telah berimajinasi terlalu jauh)Di sunway,kami disambut sebuah piramid besar dan padang gurun luas didukung oleh cuaca yang sangat terik.Kami serasa berada di dalam setting film Ketika cinta bertasbih dengan pemerannya kami bertiga yaitu furqon,ana,dan abdulloh.hehehehehhe.....
Oke tidak ada yang menarik di sunway...(belagu....bukan tidak ada yang menarik tetapi tidak ada uang yang mampu dihamburkan lagi)
   Kami pun segera berangkat ke Bukit Bintang untuk membeli pesanan teman saya..Soalnya saya membuka bisnis baru yaitu delivery Jco dan muffin bagi orang-orang hutan( bukan orang hutan ya,tapi orang yang tinggalnya di hutan)Jangan percaya mengenai bisnis delivery....
   Dari Bukit Bintang kami mendaki ke bukit berikutnya yaitu Bukit Jalil dan berakhir di si Jelita dengan nomor seat 8-ABC-.(oke,untuk yang gak ngertos,Bukit jalil itu nama stasiun bus dan jelita itu nama bus dan 8 ABC itu nomor seat kami.)Oke,kami tidak pernah mendaki bukit ya....kami menggunakan rail train dari bukit bintang ke bukit jalil.

3 friends 4 and 1 story from KL part 3

   Cerita masih berlanjut di hari yang sama jadi intinya hari itu yang kami anggap berakhir tidak jadi diakhiri...
actually,saya dan kawan yang tinggal bareng udah sampai di tempat evakuasi dan siap mengistirahatkan badan.Tiba-tiba terdengar deringan dari Handphone dan kawan saya berkata,"kita pergi makan yuk"...hah?makan...yaudah deh,karena baru hari pertama juga belum nyadar sama uang di dompet yang menipis saya pun mau ikut aja.Kami pun bergegas berangkat ke restoran korea di midvalley,jam sudah menunjukkan 9 malam ketika kami tiba di restoran.
  Ketika ditanya mau pesan apa,saya kebingungan karena belum pernah ke restoran korea(kan ceritanya dari hutan yang jauh dari peradaban yang makannya tiap hari nasi goreng kampung dan minum teh o ais)hehehehehhe...Oke,kawan saya memesan bim bim bap(gak tau ni ejaan bener apa kagak,tapi gitu kedengarannya) saya memesan semangkuk ramyon(belagu nih mie ramen aja knapa bilangnya?sok korish..soalnya kalo pke bhasa inggris sok english kalo korea sok korish donk...gak lucu kan?)
   Pesanan datang kami pun menyantap...saya rupanya lupa mesan minum...karena  kawan saya yang seorang lagi memesan green tea dingin dan kelihatannya segar...oke saya pun dengan gaya sok turis pake bahasa inggris yang pas-pas an berkata"cup of green tea please" datanglah green tea yang sama tapi gak dingin,oke deh minum aja..ternyata rasanya pahit,wueekkzzz....beneran gak seperti green tea yang diharapin yang manis terus ada rasa madu,kurma,less sugar,...(dasar kampung..taunya nu green tea doank sih)...okay ritual makan usai,bill pun datang ketika melihat bill...mata cina pun jadi mata orang bali(rasis ya) maksudnya matanya terbelalak melihat harga yang menguras dompet...(gak etis ya kalo nyebutin harganya..pokoknya 3 lembar ringgit berwarna merah deh)...oke hari pun "benar-benar" berakhir...anyonghikaseyo(karena baru menelan makanan korea jadi biar lebih afdol pake bahasa korea...apa artinya hayo?)

Besok pagi"(gak deh,tepatnya pagi setengah siang) bersama 2 orang kawan,saya pergi ke embassy china. sepanjang jalan kami udah rencanakan buat ngurus visa yang sehari jadi saja....(pokoknya se express mungkin)
sampai sana segala sesuatu berubah...ternyata harga untuk visa sehari jadi "hanya" rm 410( sahaja)...wuuuiiiiihhhhh..
...uang makan sebulan?kecuali kalo rela gak makan sebulan....lebih tepatnya saya lebih rela pulang ke tanah air tercinta.Itu kan seharga tiket PP.
Setelah menimbang,menilai,dan meninjau,akhirnya kami bertiga memutuskan dengan sangat menyesal mengurus visa secara regular siap dalam 3 hari harganya RM 158...harganya 1/3 dari yang sehari jadi...
Dengan percaya diri...kami membawa kertas-kertas hitam putih(dokumennya) menuju counter...
   ternyata acceptance notenya ditolak karena gak ada nama saya....
jadi terpaksa nyari tempat print dulu..dapat tempat print,disamperin sama ibu" galak karena sebelum print mau ngedit dulu....pake acara diusir lagi(benar" anak-anak terlantar yang tersiksa)
huh....akhirnya dapat tempat edit trus sekalian print,tanpa menggunakan sensor motorik(berpikir panjang) lagi kami langsung masuk dan ngerjain editan dan print warna 1 lembar sahaja.....
pas mau bayar...wah harganya RM 5...kami hanya bisa berdiam seribu bahasa dan meneruskan petualangan.Dipikir-pikir itu 5 ringgit udah bisa makan nasi padang pake ikan sama ayam di Indonesia..
Urusan visa kelar juga akhirnya...
next station KLCC....
   setelah perut berteriak sampai kedengaran sama telinga orang".
kami makan ke KLCC. .guess what?makan sekali seharga RM7...okay,I realize that I am in KL now...
sambil makan saya dan fariz belajar bahasa korea dari Ni Nyoman Yudhiarti Pendit...
anyonghaseyo....counen darius imnida...pebuloyo..we?.pegupo yo? ...boragu...moa.....bla...b
la...bla...
  setelah bosan di dalam(gak bosen sih cuma takut keluar lagi dompetnya buat ngeluarin selembar ringgit berwarna biru hijau...RM50)mau jalan keluar....wah terdapat tetesan urine burung dari langit(eh gak dink air hujan)...kami pun dipaksa menunggu lagi di KLCC...
Hujan reda,3 pejalan kaki sejati ini lanjut melangkah buat hunting oleh" yang mau dibawa ke cina...yaudah pilihan jatuh ke pasar seni...baru nyampe turun dari LRT...hujan turun lagi(sepertinya dari antara 3 orang homo sapiens ini ada yang masih hidup di jaman paleolithik jadi gak mandi)
   di Pasar seni....wuihhh....tiba" kami terdeteksi kanker(kantung kering) stadium   4(dompetnya)soalnya harganya disana cocoknya untuk turis yang diimpor dari barat sana..bukan buat turis jadi"an kayak kami..hhehehehhe.
akhirnya atas prakarsa Ni Nyoman Yudhiarti Pendit,tiga orang ini berjalan ke negeri tirai bambu ....(tapi gak ada panda dan bambu karena di chinatown) harganya lumayan..tetap harus pake jurus bersilat (silat lidah biar harga barangnya dimurahin sama amoy" nya)
beli oleh"..the end....
   Petualangan berlanjut menangkap bintang",(apaaan sih ini,sorry salah ngetik tu)...yang benarnya jalan ke bukit bintang tapi menjala uang di sungei wang trus ke pavilion nonton...
sayang seribu kali sayang,yang nonton cuma 2 orang soalnya yang satu lagi berkhianat dan memilih jalan hidupnya sendiri yang lebih baik.(heh?lebay...maksudny
a pergi ketemu kawan)
Hari kedua di KL pun berakhir dengan tatapan mata di depan layar persegi dan tombol" untuk ditekan jari...(Online maksudnya)

Thursday, April 15, 2010

3 Friend 4 days 1 story from KL-Part 2

   Nah,tadi kita sudah sampai ke Kedubes RI...dari Kedubes RI,perjalanan berlanjut ke Putra jaya yang merupakan pusat pemerintahan di Malaysia.Setibanya disana,kami beranjak mengelilingi putra jaya dan melakukan ritual makan siang pertama kami disana.Saya memilih macaroni soup yang kelihatannya sangat enak,sedangkan kedua teman saya memilih lasagna.Oke,rasa makanannya cukup membangkitkan selera makan kedua kawan saya itu.Tetapi hal itu tidak berlaku dengan saya.Rasa macaroni soupnya tidak asam,tidak manis,tidak asin,tidak pedas,jadinya HAMBAR...(dimana?dirimu berada?Hambar terasa hidupku tanpa dirimu..lirik lagu ari lasso bukan?)maaf,itu sisi lain diri saya yang garing.krenyesss...krenyesss....
Oke setelah makan siang kami berjalan kak mengelilingi putra jaya.Kami serasa sedang berjalan di Saudi Arabia dengan tambahan 1 buah matahari..It's really Hell on earth(ini kutipan quote dari kawan saya)but It's the fact...
   Saya pun mulai mengalami fatamorgana dan melihat sekeliling saya sebagai danau...(ini bukan fatamorgana karena kawan saya menyadarkan saya dan itu memang danau)
Oke,kembali ke kisah perjalanan sang prabu mengejar raden yang menculik permaisuri di negeri(maafkan saya kembali ngawur).Dari putrajaya,kami melangkah ke halte bus yang berada diatas bukit,jadi kami harus mendaki anak-anak tangga yang berjejeran.Setelah bermandikan keringat karena berjalan kami pun tiba di halte bus,segera merencanakan perjalanan kami berikutnya yaitu BB....(Bau badan,eeeeuuuuyyyyy....kenapa orang langsung berkonotasi buruk jika dikatakan BB??) bukan itu yang dibahas disini.
   Kami pun tiba di bukit bintang.Yang kami lakukan sepanjang hari ini adalah minum...minum...dan minum....baru kali ini saya merasakan kehausan yang separah ini.Bukit bintang adalah bukit yang dingin dan sejuk..jadi siapkan baju hangat ya...(kalimat ini muncul di pikiran saya...tentu saja tidak.) Kami hanya numpang ngadem di bukit bintang...wuuiihhhh..dari sungei wang,ke Low yatt,sampai berakhir di ATM bank.(tebak sendiri apa yang terjadi)*bagi yang belum tau,kata" aneh di atas adalah nama plaza,*dan bagi yang masih berimajinasi bahwa bukit bintang adalah bukit,cepat bangun dari mimpi anda sebelum jatuh dari kursi goyang..
   Perjalanan pun berakhir untuk sepanjang hari ini,betis semakin besar,celana semakin longgar,karena pantat(tiiiiiiiiiiitttttt.....maaf ya,sensor dari Lembaga sensor blog..emang ada?)yang semakin tepos...hehehehehheheh.
Malamnya kami pun kembali ke tempat evakuasi kami yang terkasih(soalnya kalo pake tercinta udah basi....)
Hari kami pun masih berlanjut...

3 friends 4 days and 1 story from KL-Part 1

   Kisah ini bermula dari dua orang mahasiswa universiti utara malaysia yang mendapat kesempatan untuk internship ke cina yang mengharuskan mereka pergi ke Kuala Lumpur untuk mengurus visa ke cina.Karena tidak memiliki pengalaman mengurus visa ke cina di kuala lumpur,kedua mahasiswa ini pergi ke kuala lumpur bersama seorang kenalan yang terlebih dahulu ke cina semester sebelumnya,akhirnya dengan bantuan kenalan ini,mereka bertiga pun beranjak ke kuala lumpur menggunakan bus dan hanya membawa tas ransel dengan bermodalkan beberapa lembar ringgit yang masih tersisa.
   Setibanya di Kuala lumpur,mereka pun memulai hari-hari mereka yang tak disangka menimbulkan berbagai cerita-cerita yang aneh tapi nyata.Berbagai perasaan dirasakan mulai dari senang,sedih,be-te,capek,malas,kagum...semuanya bercampur menjadi satu.Pengalaman-pengalaman ini merupakan kisah nyata yang dijadikan cerita untuk berbagi dengan kawan-kawan semua.
Okay...begini ceritanya...
   Pada suatu hari di kerajaan hutan sintok hiduplah 3 orang sahabat(memangnya tulis dongeng?jika anda sedang membaca bagian itu,hapus segera dari otak anda karena akan mengakibatkan pemenuhan memori otak)
Begitu tiba di Kuala Lumpur(susah banget ngetiknya udah deh baris berikutnya KL aja-red),sekitar pukul 5 pagi,kami langsung ke KFC buat sarapan...Berharap bisa ngadem di dalam(maklum jiwa bekpeker)ternyata mesin pendinginnya mati,oke kesalahan itu bisa dimaafkan,mau ke WC eh,WC cowoknya rusak.Jadi harus masuk ke WC cewek.Begitu buka pintu WC nya terdengar teriakan yang merusak gedung-gedung di sekitar..(bagian teriaknya tidak pernah terjadi di alam nyata)
   yaudah kami pun memesan sarapan kami,nah,pas mesan,mbak" nya nanya hot tea,milo,or ice tea.Seorang kawan saya menjawab hot tea.Maka daripada itu mbak"nya pun mengeluarkan segelas air panas dengan teh lipton,terus kawan saya yang tadi nanya,lipton ini teh kan?,entah dia masih berada di alam nyata setengah mimpi atau lebih tepatnya zombie,dia ternyata bermaksud memesan hot milo,tetapi yang diucapkannya hot tea,mungkin mbak" itu bakal berkata dalam hati "ape je budak-budak ni bagi saya pasal sahaja"...
bagi saya ini pertama kali menginjakkan kaki ke Kuala Lumpur selama berkuliah di Universiti Utara Malaysia,berbeda dengan kedua teman saya yang sudah sering.
   Jadi saya masih terkagum" dengan perubahan yang terjadi di Kl ini.(sebenarnya sampai detik ini saya juga gak tau apa yang berubah tapi biar kelihatan dari kampung aja deh) nah hari pun berlanjut dengan berjalan kaki dan berangkat ke tempat penampungan sementara bagi transmigran seperti kami.(sebenarnya lebih tepatnya urbanisasian tapi itu membuat kami terkesan seperti "surti","joko","bambang",atau "iyem")
   Saya dengan seorang kawan saya ke rumah kawannya kawan saya(ribet ya...kawannya dia aja deh)sedangkan yang seorang lagi tinggal di rumah abangnya.
setibanya di tempat evakuasi,kami mengistirahatkan barang-barang kami yang meletihkan badan kami.(yang capek siapa yang istirahat siapa?)
   Kami pun bergerak keliling KL di hari pertama.Perjalanan bermula dengan ke Kedubes RI..dari kami bertiga tidak ada yang tau dimana lokasi tepatnya.Jadi kamipun berjalan kaki dari stasiun kereta api(LRT) ampang park.Setelah berjalan hampir 20 menit akhirnya kami pun mengerti arti dari perjuangan kemerdekaan kita dahulu kala(lebay) kami pun melihat bendera merah putih dari kejauhan.Langkah dipercepat badan dipertegap dengan bangga ketika tiba di pintu gerbang.Bagian ini menyakitkan hati..ternyata itu adalah Kedubes Singapura.Oke...kami pun melanjutkan perjalanan berjalan kaki selama 10 menit lagi.Kali ini kami tidak terlalu berharap ini Kedubes Indonesia.Tapi itulah kenyataannya kondisi yang berbeda dengan kedubes singapura tadi.Terdapat puluhan ribu TKI yang mengantri (bagian puluhan ribunya silahkan dipikirkan sendiri).Okay..saya pun mengambil form untuk perpanjangan passport karena passport saya akan memasuki masa tenggang.Dari balok ke balok yang ada diisi semuanya sampai ke balok masa habis passport saya terhenti,mengusap mata,menampar pipi,mencubit tangan,(yang terjadi hanya yang pertama dan kedua)dan berjalan pergi dari loket.Saya merasa sebagai orang terpintar sedunia bahkan mengalahkan albert einstein.(saya gak pernah merasa seperti itu tapi tangan saya memaksa saya menulis baris ini)Yang terjadi,passport saya habis masa berlaku Oktober 2011 dan yang terjadi adalah saya kira selama ini oktober 2010.Tapi satu hal yang saya pelajari,Imigrasi di Bandara tidak pernah memperhatikan,karena selama ini saya isi masa habis berlaku Oktober 2010.Oke kisah ini berlanjut di post berikutnya karena sehubungan jari-jari saya sudah lemas untuk mengetik....to be continued.